Saya mendapat sebuah tugas mulia yaitu mengajar di Palopo untuk jangka waktu 4 hari, mulai Senin 18 - 21 Maret 2019. Teman saya meminta saya untuk mengajar di Palopo pada tanggal yang saya telah sebutkan. Untuk memenuhi maksud ini, saya berangkat dari bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu Subuh yaitu tanggal 16 Maret 2019. Saya berangkat dengan pesawat Batik Air dan tiba di Bandar Udara Hasanudin-Makassar pada subuh pukul 3.00. Kemudian menunggu sebentar di Bandar Udara sampai pukul 6.00 untuk melanjutkan ke tempat keberangkatan Bus dari kota Makkasar ke Toraja. Saya kemudian menyewa taksi ke PO Bus. Setelah menempuh perjalanan dalam waktu beberapa menit, kamipun sampai ke PO Bus jurusan Makassar ke Palopo.
Saya turun dari taksi dan bergegas ke tempat pembelian tiket bus yang full Ac. Harganya Rp 150.000,00. Tempat duduk dapat di setting untuk keperluang tidur selama perjalanan Makassar ke Palopo.
Jam keberangkat bus ke Palopo adalah pukul 09.30, sementara saya tiba sekitar 06.30, dengan demikian saya harus menunggu sampai pukul 09.30. Setelah tiba waktu, kamipun masuk bus dan bus segera meninggalkan kota makassar ke Palopo. Dalam perjalanan tersebut, saya menikmati keindahan Sulawesi, gunung-gunung yang nan indah, pantai yang mempesona dan beberapa rumah adat yang juga sangat menarik untuk dipandang. Ada unsur estetika yang tinggi dan disertai dengan kearifan lokal yang menyatu dengan ukiran-ukiran pada rumah adat maupun rumah tinggal, termasuk rumah makan yang pernah saya lihat waktu kami berhenti untuk makan siang sebelum melanjutkan ke Palopo.
Setelah makan siang di sebuah rumah makan yang nama daerahnya saya lupa karena tidak sempat mencatatnya. Kamipun melanjutkan perjalanan ke kota Palopo. Setelah beberapa jam, kamipun melawati kota Pare-pare. Pada waktu melewati kota para-pare, saya ingat mantan Presiden Republik Indonesia, yaitu Bapak Habibie. Bus sempat masuk terminal pare-pare dan keluar dari terminal untuk kemudian melanjutkan ke Palopo.
Setelah beberapa jam, kamipun melewati suatu daerah, yaitu daerah masamba. Tentu ada penyanyi di acara Indosiar, yaitu acara nyanyi pencarian bakat Dangdut. Nama penyanyi itu yakni Evi Masamba. Bus pun terus melaju dan akhirnya kami tiba di terminal kota Palopo pada pukul 09.00. Saya kemudian mencari tempat makan dan cas hp. Setelah itu melanjutkan ke tempat penginapan di Jalan Veteran.
Pada hari Senin tanggal 18 Maret 2019, saya melakukan kegiatan memberi kuliah dari pukul 09.00-16.00. Demikian juga hari Selasa, Rabu dan Kamis. Saya sangat menikmati kegiatan memberi kuliah. Perkuliahan berlangsung secara menarik. Suasana yang alamiah. Kami makan bersama dengan mahasiswa pada acara makan siang dan juga minum kopi dan makan kue pada pagi dan sore hari.
Intinya saya sangat menikmati pekerjaan mengajar dalam 4 hari di kota Palopo. Dalam rumah yang saya tempati, tentunya kamarnya full AC. Pemilik rumah memberilayanan terbaik, kadang di antar makan ikan bakar di kota Palopo. Ikan bakarnya sangat enak.
Demikian kisah perjalanan di kota Palopo
Senin, 11 Maret 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar
Posting Komentar